Kurikulum
adalah suatu alat atau sistem yang ada dalam pendidikan, sebagai alat pendidikan
kurikulum mempunyai komponen-komponen yang saling mendukung satu sama lain.
Subandijah
membagi komponen kurikulum menjadi 5 yaitu : Tujuan, Isi, Strategi, Media, dam
Proses. Sedangkan menurut Nasution komponen kurikulum ada 4 yaitu : Tujuan,
Bahan Pelajaran, Proses, dan Penilaian. Berikut ini akan di uraikan secara
singkat mengenai komponen-komponen tersebut.
1. Komponen Tujuan
Tujuan
merupakan hal paling penting dalam proses pendidikan.yaitu hal yang ingin
dicapai secara keseluruhan, yang meliputi :
a. Tujuan domain kognitif yaitu tujuan yang mengarah pada pengembangan akal
dan intelektual peserta didik.
b. Tujuan domain afektif yaitu tujuan yang mengarah pada penggerakan hati
nurani para peserta didik.
c. Tujuan domain psikomotor yaitu tujuan yang menngarah pada pengembangan
ketrampilan jasmani peserta didik.
2. Komponen Isi dan Struktur Progam atau Materi
Komponen Isi
dan struktur Progam atau materi merupakan bahan yang diprogamkan guna mencapai
tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Uraian bahan pelajaran inilah yang
dijadikan dasar pengambilan bahan dalam setiap belajar mengajar dikelas oleh
pihak guru. Penentuan pokok-pokok dan sub-sub pokok bahasan didasarkan pada
tujuan instruksional.
3. Komponen Media atau Sarana dan Prasarana
Media merupakan
sarana perantara dalam mengajar. Sarana dan prasarana atau media merupakan alat
bantu untuk memudahkan pendidik dalam mengaplikasikan isi kurikulum agar lebih
mudah dimengerti oleh peserta didik dalam proses belajar mengajar.
Menurut
subandijah, ketepatan memilih alat media merupakn suatu hal yang penting
dikarenakan akan mempengaruhi daya tangkap peserta didik.
4. Komponen Strategi Belajar Mengajar
Dalam proses
belajar mengajar,seorang pendidik perlu memahami suatu Strategi. Strategi
menujuk pada sesuatu pendekatan (approach), metode (method), dan peralatan
mengajar yang diperlukan. Strategi pengajaran lebih lanjut bisa dipahami
sebagai cara seorang pendidik dalam mengajar. Dengan demikian, strategi disini
mempunyai arti komprehensif yang mesti dipahami dan diupayakan untuk
pengaplikasiannya oleh seorang pendidik sejak dari mempersiapkan pengajara
sampai proses evaluasi.
Dengan
menggunakan strategi yang tepat dan akurat proses belajar mengajar dapat
memuaskan pendidik dan peserta didik khususnya pada proses transfer ilmu yang
dapat bditangkap para peserta didik. Akan tetapi penggunaan strategi yang tepat
dan akurat sangat ditentukan oleh tingkat kompetensi pendidik.
5. Kmponen Proses Belajar Mengajar
Komponen ini
sangatlah penting dalam suatu proses pendidikan. Tujuan akhir proses mengajar
adalah terjadinya perubahn tingkah laku peserta didik menjadi manusia yang
lebih baik. Komponen ini erat kaitannya dengaan susasana belajar di dalam
ruangan kelas maupun di luar kelas.upaya seorang pendidik untuk menumbuhkan
motivasi dan kreatifitas dalm belajar merupakan langkah yang tepat. Komponen
proses ini juga berkaitan dengan kemampuan pendidik dalam menciptkan suasana
pengajaran yang kondusif agar efektivitas tercipta dalam proses pembelajaran.
Menurut
Subandijah guru perlu memusatkan pad kepribadiannya dalam mengajar, menerapkan
metode yang tepat, dan memusatkan pada proses dengan produknya, dan memusatkan
pada kompetensi yang relevan. Pada intinya guru harus mengoptimalkan perannya
sebagai educator, motivator, manager, danfasilitator.
6. Komponen Evaluasi atau Penilaian
Untuk melihat
sejauh mana tingkat keberhasilan dalam pelaksanaan kurikulum, maka diperlukan
evaluasi. Mengingat komponen evaluasi ini sangat berhubungan erat dengan semua
komponen lainnya, maka denagan cara evaluasi atau penilaian ini akan mengetahui
tingkat kebeerhasilan dari semua komponen.
Dalam
mengevaluasi, biasanya pendidik akan mengevaluasi dengan materi atau bahan
pelajaran yang sudah diajarkan atau paling tidak yang ada kaitannya dengan
materi yang sudah diajarkan.
Komponen
evaluasi ini tidak hanya memperlihatkan sejauhmana prestasi peserta didik saja,
tetapi juga sebagai sumber input bagi sekolahan sebagai upaya
perbaikan dan pembaharuan suatu kurikulum.
Kurikulum yang
akan dilaksanakan atau diimplementasikan terlebih dahulu diuji cobakan dalam
lingkungan terbatas, sebelum akhirnya diputuskan untuk didesiminasikan ke semua
lembaga pendidikan. Berbagai upaya perlu dilakukan selama fase pengembangan
kurikulum dilakukan, termasuk kedalamnya adalah evaluasi dan revisi. Evaluasi
yang signifikan dan berkelanjutan sangat diperlukan untuk mendukung terwujudnya
suatu pengembangan kurikulum secara efektif dan bermakna.
Dengan evaluasi
juga dapat diperoleh informasi yang akurat tentang penyelenggaraan pembelajaran
dan keberhasilan belajar siswa. Berdasarkan informasi itu dapat dibuat
keputusan tentang kurikulum itu sendiri, pembelajaran, kesulitan, dan upaya
bimbingan yang perlu dilakukan. Evaluasi kurikulum membutuhkan pengumpulan,
pemroresan, dan interpretasi mengenai data terhadap program pendidikan.
Aspek-aspek
yang harus dievaluasi, menurut Arich Lewy sesuai dengan tahap-tahap dalam
pengembangan kurikulum, yaitu:
a.
Penentuan tujuan utama
b.
Perencanaan
c.
Uji-coba dan revisi
d.
Uji lapangan
e.
Pelaksanaan
kerikulum
f.
Pengawasan mutu
Permasalahan
:
Berdasarkan uraian diatas,
dijelaskan bahwa salah satu komponen yang penting dalam kurikulum yakni komponen
proses belajar mengajar. Tujuan akhir
proses mengajar adalah terjadinya perubahan tingkah laku peserta didik menjadi
manusia yang lebih baik. Komponen ini erat kaitannya dengan susasana belajar di
dalam ruangan kelas maupun di luar kelas.
Bagaimana jika tidak terjadi perubahan tingkah laku
pada siswa? apakah bisa dikatakan bahwa guru telah gagal menerapkan proses
pembelajaran yang baik untuk siswa?.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar