1. Pengertian pembelajaran individual
Pembelajaran individual merupakan suatu strategi pembelajaran, hal ini dijelaskan oleh Rowntree (1974) dalam Sanjaya (2008 : 128) membagi strategi pembelajaran ke dalam strategi penyampaian-penemuan atau exposition-discovery leraning strategy dan strategi pembelajaran kelompok dan strategi pembelajaran individual atau groups-individual learning strategy. menurut Wina Sanjaya (2008:128) strategi pembelajaran individual dilakukan oleh siswa secara mandiri. Kecepatan, kelambatan dan keberrhasilan pembelajaran siswa sangat ditentukan oleh kemampuan individu yang bersangkutan. Bahan pembelajaran serta bagaimana mempelajarinya didesain untuk belajar sendiri.
Pada strategi pembelajaran individual ini siswa dituntut dapat belajar secara mandiri, tanpa adanya kerjasama dengan orang lain. Sisi positif penggunaan strategi ini adalah terbangunya rasa percaya diri siswa, siswa menjadi mandiri dalam melaksanakan pembelajaran, siswa tidak memiliki ketergantungan pada orang lain. Namun di sisi lain terdapat kelemahan strategi pembelajaran ini, diantaranya jika siswa menemukan kendala dalam pembelajaran, minat dan perhatian siswa justru dikhawatirkan berkurang karena kurangnya komunikasi belajar antar siswa, sementara enggan beratanya kepada guru, tidak membiasakan siswa bekerjasama dalam sebuah team.
Sedangkan menurut Sudjana (2009 : 116) Pengajaran individual merupakan suatu upaya untuk memberikan kesempatan kepada siswa agar dapat belajar sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, kecepatan dan caranya sendiri.
Menurut Sudjana, Perbedaan-perbedaan individu dapat dilihat dari :
1. Perkembangan intelektual
2. Kemampuan berbahasa
3. Latar belakang pengalaman
4. Gaya belajar
5. Bakat dan minat
6. Kepribadian
Pembelajaran individu berorientasi pada individu dan pengembangan diri. Pendekatan ini memfokuskan pada proses dimana individu membangun dan mengorganisasikan dirinya secara realitas bersifat unik. (Hamzah B. Uno, 2008 : 16)
Menurut Muhammad Ali (2000 : 94) strategi belajar mengajar individual disamping memungkinkan setiap siswa dapat belajar sesuai dengan kemampuan potensinya, juga memungkinkan setiap siswa menguasai seluruh bahan pelajaran secara penuh. “mastery learning “ atau belajar tuntas.
Strategi pengajaran yang menganut konsep belajar tuntas, sangat mementingkan perhatian terhadap perbedaan individual. Atas dasar ini sistem penyampaian pengajaran dilakukan dengan mengarah kepada siswa belajar secara individual. Muhammad Ali (2000 : 99)
2. Model-model pembelajaran individual
Menurut Hamzah B. Uno (2008 : 18), ada beberapa model pembelajaran yang termasuk pada pendekatan pembelajaran individual, diantaranya adalah model pembelajaran pengajaran tidak langsung (non directive teaching), model pembelajaran pelatihan kesadaran (awareness training), sinektik, sistem konseptual, dan model pembelajaran pertemuan kelas (clasroom meeting).
Berikut adalah model-model pembelajaran yang lain :
• Distance learning (pembelajaran jarak jauh)
• Resource-based learning (pembelajaran langsung dari sumber)
• Computer-based training (pelatihan berbasis komputer)
• Directed private study (belajar secara privat langsung)
3. Keuntungan-keuntungan dan kelemahan pembelajaran individual
Keuntungan-keuntungan:
• Pembelajaran tidak dibatasi waktu
• Siswa dapat belajar secara tuntas
• Perbedaan-perbedaan yang banyak di antara para peserta dipertimbangkan
• Para peserta didik dapat bekerja sesuai dengan tahapan mereka dengan waktu yang dapat mereka sesuaikan
• Gaya-gaya pembelajaran yang berbeda dapat diakomodasi
• Hemat untuk peserta dalam jumlah besar
• Para peserta didik dapat lebih terkontrol mengenai bagaimana dan apa yang mereka pelajari
• Merupakan proses belajar yang bersifat aktif bukan pasif
Beberapa kelemahan:
• Memerlukan waktu yang banyak untuk mempersiapkan bahan-bahan
• Motivasi peserta mungkin sulit dipertahankan
• Peran instruktur perlu berubah
• Keberhasilan tujuan pembelajaran kurang tercapai, karena tidak ada tempat untuk siswa bertanya
Tujuan akhir dari desain instruksional adalah untuk menghasilkan instruksi yang efektif. Bila tujuan ini tercapai, umumnya akan menghasilkan pelajaran atau rangkaian pelajaran yang bisa disampaikan oleh seorang guru atau dengan dimediasi bahan. Pelajaran yang dimediasi sering disebut modul instruksional. Pelajaran atau modul umumnya direncanakan menjadi durasi tertentu dalam hitungan menit, yang biasanya berarti bahwa setiap kurikulum instruksional yang signifikan akan memerlukan lebih banyak daripada satu pelajaran. Disini, kita akan membahas hubungan antar beberapa tujuan yang berbeda dalam pelajaran dan pekerjaan dari peristiwa instruksi dalam membangun pelajaran semacam itu. Sebagian besar karakteristik kemampuan manusia yang kita bahas sebagai dasar untuk merencanakan pelajaran. Peristiwa ini berlaku untuk merancang semua jenis pelajaran, terlepas dari wilayah hasil pembelajaran yang dimaksudkan. Disini akan ditekankan variasi di antara pelajaran karena sesuai dengan domain yang berbeda dengan hasil belajar. Variabel pelajaran ini pertama kali dipertimbangkan dalam kaitannya dengan implikasinya untuk merancang urutan instruksi dan kemudian sehubungan dengan pembentukan kondisi pembelajaran yang efektif untuk domain yang berbeda dari hasil belajar.
Dalam merancang sebuah pelajaran, seseorang harus terlebih dahulu memastikan bahwa kejadian pengajaran disediakan. Selain itu, perlu untuk mengklasifikasikan tujuan pasal dan diatur agar kejadian spesifik ditempatkan dalam urutan yang sesuai untuk pencapaian tujuan ini. Isi acara, atau instruksional resep, kemudian ditulis sebagai isi pelajaran.
PERENCANAAN-PERENCANAAN DAN MODUL
Seringkali, guru memilih dari pada mengembangkan materi pembelajaran. Dalam praktik Guru, sering "merancang seperti yang mereka yaitu, mereka mungkin merancang urutan pelajaran di muka tapi, mungkin, jangan merancang semua pelajaran untuk kursus sebelumnya pembelajaran dimulai. Karena keadaan praktis ini, guru cenderung merencanakan setiap pelajaran hanya dengan detail yang cukup sehingga bisa "siap" untuk setiap pelajaran karena mereka dapat berimprovisasi beberapa rincian saat pelajaran berlangsung. Ini bukan sama sekali tidak diinginkan karena memberi fleksibilitas kepada guru untuk mendesain ulang "di tempat" - yaitu menyesuaikan prosedur dengan situasi instruksional dan memberi tanggapan kepada peserta didik (Briggs, Gustafson, dan Tillman, 1991).
Pemanfaatan Modul instruksi kelompok kecil atau individual memungkinkan prediksi yang lebih besar. Adaptasi terhadap kompetensi masuk seseorang dan Tingkat pembelajaran diberikan dengan instruksi yang memungkinkan diri mondar-mandir dan koreksi diri untuk setiap pelajar. Fungsi ini dimungkinkan dalam les atau mode kelompok kecil dan dengan materi yang memungkinkan percabangan oleh latihan siswa yang paling dibutuhkan dan bermanfaat yang terkandung dalam materi instruksional. Percabangan seperti itu terjadi pada beberapa modul pembelajaran dalam instruksi komputer, instruksi yang dibantu komputer, atau sering digunakan tes diri yang memungkinkan pelajar menggunakan instruksi secara adaptif.
Bahan Ajar Perorangan, Diri Sendiri, dan Adaptif
Materi pembelajaran individual, mandiri, dan adaptif sering digunakan secara tidak sengaja, meskipun ada nuansa perbedaan dalam maknanya. Kita tentukan instruksi individual seperti yang mempertimbangkan kebutuhan siswa. Instruksi semacam itu dimulai dengan analisis keterampilan pelajar, dan instruksi selanjutnya ditentukan berdasarkan kebutuhan individu itu. Instruksi mandiri adalah ungkapan yang menyiratkan manajemen instruksional oleh pelajar serta mediasi pengajaran. Misalnya, direkam video atau bahan cetakan dapat digunakan baik dalam kelompok maupun instruksi yang serba cepat. Meskipun dalam sistem instruksional yang serba bisa, pelajar dapat meluangkan waktu sebanyak yang diperlukan untuk mencapai tujuan. Instruksi serba cepat umumnya terkait dengan prosedur pembelajaran penguasaan, di mana prestasi dan bukan waktu Mendikte tingkat kemajuan siswa melalui instruksi. Syarat Instruksi adaptif biasanya mengacu pada bahan dan sistem manajemen yang terus memantau kemajuan siswa dan mengubah isi instruksional berdasarkan kemajuan siswa tersebut. Secara umum, instruksional adaptif melibatkan pencatatan dan pengambilan keputusan yang kompleks dan difasilitasi oleh penggunaan komputer. Namun, prosedurnya bisa dilakukan secara manual untuk individu atau kelompok kecil. Jenis pengajaran ini bergantung pada beberapa ukuran pada bahan ajar yang dimediasi karena semua siswa di kelas mungkin pada tahap pembelajaran yang berbeda pada titik praticular manapun pada waktunya. Singkatnya, tujuan dari desain instruksional adalah untuk menghasilkan sebuah pelajaran atau rangkaian pelajaran yang mencakup pertimbangan sistem pengantaran yang digunakan serta kebutuhan peserta didik. Sifat pelajaran akan sangat bergantung pada bagaimana penggunaannya. Dalam sistem berbasis guru, rencana pelajaran sedikit banyak tidak lengkap karena guru bisa mengisi kekosongan. Sebaliknya, individual atau Instruksi sendiri mondar-mandir harus lebih hati-hati direncanakan dan dikembangkan sejak saat itu Seringkali tidak ada bantuan guru segera yang tersedia. Sisa dari bab ini akan berfokus pada bagaimana prinsip-prinsip desain instruksional yang dijelaskan pada bab sebelumnya dapat diterapkan pada pengembangan baik yang dipimpin oleh guru atau yang dimediasi pelajaran. Kedua bentuk pengiriman pembelajaran ini mempertahankan penekanan yang kita miliki ditempatkan pada tema sentral ini:
1. Mengklasifikasikan tujuan dengan menggunakan taksonomi hasil belajar
2. Sequencing tujuan untuk memperhitungkan prasyarat
3. Termasuk kejadian instruksi yang sesuai yang berlaku untuk semua domain hasil
4. Memasukkan ke dalam peristiwa pengajaran kondisi khusus belajar yang relevan dengan domain tujuan dalam pelajaran kita sekarang beralih ke diskusi lebih lanjut tentang urutan instruksi dan kemudian ke acara instruksional dan kondisi belajar. Bab ini diakhiri dengan diskusi tentang langkah-langkah dalam perencanaan pelajaran dan sebuah contoh rencana pelajaran yang menggabungkan bentuk model yang biasanya diadopsi oleh seorang guru individual yang merancang dan melaksanakan instruksi tersebut.
Pertanyaan:
Apa upaya yang bisa dilakukan seorang guru, untuk mengkondisikan siswanya agar mampu melakukan pembelajaran individu yang efektif?
Untuk mewujudkan pembelajaran individu yang efektif, guru selaku pembimbing/ pendidik harus mampu melaksanakan proses pembelajaran tersebut secara maksimal. Selain itu untuk menciptakan suasana dan kondisi yang efektif dalam pembelajaran harus adanya faktor faktor pendukung tertentu seperti lingkungan belajar, keahlian guru dalam mengajar, fasilitas dan sarana yang memadai serta kerjasama yang baik antara guru dan peserta didik.
BalasHapusdengan melaksanaan pembelajaran secara maksimal maka dapat mewujudkan pembelajaran yang efektif. guru dapat merancang terlebih dahulu proses pembelajaran serta menyiapkan alat dn bahan pendukung materi dalam proses pembelajaran.
BalasHapusguru harus target-target capaian yang akan dilakukan untuk mampu melaksanakan proses pembelajaran yang maksimal.
BalasHapusUntuk membuat siswa agar mampu melakukan pembelajaran individu yang efektif yaitu dengan melakukan pendekatan individual yang merupakan suatu pendekatan yang melayani perbedaan-perbedaan perorangan siswa sedemikian rupa, sehingga dengan penerapan pendekatan individual memungkinkan berkembangnya potensi masing-masing siswa secara optimal. Dasar pemikiran dari pendekatan individual ini ialah adanya pengakuan terhadap perbedaan individual masing-masing siswa.
BalasHapusUntuk mewujudkan pembelajaran individu yang efektif, guru selaku pembimbing/ pendidik harus mampu melaksanakan proses pembelajaran tersebut secara maksimal.
BalasHapusUpaya yang dilakukan guru dg cara menetapkan tujuan pembelajaran dan mendesain penbelajaran yg tepat utk individu sesuai kebutuhan. Guru dpt menggunakan metode dan model pembelajaran yg menarik agar pembelajaran berjalan efektif.
BalasHapuspertama2 yaitu guru harus mampu meningkatkan kualitas dirinya untuk belajar efektif, kemudian baru bisa membuat siswa belajar dengan efektif. guru harus punya banyak referensi belajar dan menjalankan tahapan pembelajaran yang terencana dengan baik.
BalasHapusUntuk mewujudkan pembelajaran individu yang efektif, guru selaku pembimbing/ pendidik harus mampu melaksanakan proses pembelajaran tersebut secara maksimal. Untuk mewujudkan pembelajaran individu yang efektif, guru selaku pembimbing/ pendidik harus mampu melaksanakan proses pembelajaran tersebut secara maksimal.
BalasHapus